Gubernur Rudy Resmi Buka MTQ 2025 di Sangatta
POSKOTAKALTIMNEWS, SANGATTA : Dengan pemukulan bedug, Gubernur Kaltim H Rudy Mas'ud resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XLV Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025, di halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (13/7/2025) malam.
"Atas nama
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami menyampaikan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur
beserta seluruh jajaran dan masyarakatnya, yang telah menjadi tuan rumah
pelaksanaan MTQ tahun ini dengan penuh semangat, kerja sama, dan
keramahan," kata Rudy Mas’ud.
Gubernur Rudy
mengatakan MTQ bukan hanya ajang kompetisi membaca Al-Qur’an, tetapi juga
merupakan wujud nyata dari syiar Islam, ruang pembinaan umat, serta media
memperkuat ukhuwah dan kebersamaan antar warga Kalimantan Timur.
Melalui MTQ,
masyarakat bukan hanya mendengar ayat-ayat suci dilantunkan dengan indah,
tetapi juga merasakan nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya untuk
menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut Gubernur
Rudy mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini terasa istimewa, karena di
tengah berbagai tantangan dan dinamika pembangunan, Provinsi ini tetap
berkomitmen menjaga ruh spiritual dan budaya keislaman yang telah menjadi
bagian dari jati diri masyarakat Kalimantan Timur.
"Kami berharap,
dari perhelatan ini akan lahir generasi Qurani, yang tidak hanya piawai membaca
dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam
bersikap, berakhlak, dan berkarya baik di lingkungan keluarga, masyarakat,
maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.
MTQ juga menjadi
ajang untuk mengukur sejauh mana pembinaan Al-Qur'an di daerah masing-masing.
Oleh karena itu, Gubernur Harum mendorong agar pembinaan Qori dan Qoriah, Hafiz
dan Hafizah, serta cabang-cabang lainnya, terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Karena
investasi terbaik kita hari ini adalah membentuk generasi yang beriman,
berilmu, dan berakhlak mulia," tegas Rudy.
"Kami juga ingin
menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan hakim, panitia, serta
semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga
kerja keras dan pengorbanan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapat
balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT," tutup Gubernur.
Di kesempatan yang
sama, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, berterima kasih atas kepercayaan untuk
menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ XLV tingkat
Kaltim.
"Kami berterima
kasih atas kepercayaan ini, semoga penyelenggaraan MTQ ini berjalan sukses dan
lancar," kata Bupati Ardiansyah.
Selanjutnya Ardiansyah
juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ tahun ini menghadirkan maskot Ella
dan Guin, yang terinspirasi dari kelapa sawit. "Maskot ini melambangkan nilai-nilai
dakwah Islam dan kekuatan ekonomi lokal Kabupaten Kutai Timur," lanjut
Ardiansyah.
Syiar Islam
diharapkan bisa terus dikibarkan dengan beradaptasi dengan kemajuan teknologi
digital dengan kekuatan ekonomi hijau berkelanjutan, salah satunya dari kelapa
sawit, karet, pertanian, perikanan dan lain sebagainya.
Ketua Lembaga
Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kaltim yang juga Sekda Sri Wahyuni
melaporkan MTQ Tingkat Provinsi Kaltim di
Sangatta, Kutai Timur tahun ini diikuti 430 peserta.
"Seluruh Kabupaten/Kota
mengirimkan peserta tanpa terkecuali," ungkap Sri Wahyuni.
Musabaqah terbagi
menjadi 11 majelis yang melombakan 8 cabang musabaqah. Di antaranya Tilawah, Qira’at, Hifzil Qur’an,
Tafsir Al-Qur’an, Kaligrafi, Hafalan Hadist Nabi, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an
yang terbagi menjadi 50 golongan lomba.
Para peserta akan
berlomba pada 11 venue yang sudah sangat siap dijadikan tempat lomba sesuai
standar musabaqah nasional.
"Berbeda dengan
MTQ sebelumnya, kali ini adalah MTQ perdana yang menghadirkan dewan hakim Nasional
sebanyak 22 orang dan Panitera Nasional," ungkap Sri Wahyuni, seraya
menambahkan jumlah Dewan Hakim dan Panitera Daerah yang berjumlah 90 orang.
Kalimantan Timur sendiri kata Sekda Sri Wahyuni telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan catatan sejarah pernah menjadi. (mar)